Koordinasi dengan kader di Kabupaten Madiun dilaksanakan Tanggal 24 Maret 2009. Roma, Lilik, Fadhil, dan Mimin sangat sangat berterimakasih kepada kader, karena ditengah kesibukannya bekerja di sawah mereka masih bisa menyempatkan diri hadir pada rapat koordinasi tersebut. Karena tidak ingin merepotkan ibu-ibu, jauh-jauh hari kami sudah berpesan bahwa konsumsi rapat akan disediakan oleh manajement dari Surabaya. Surprise....??? sesampainya di rumah Pak Agus (tempat koordinasi), ternyata banyak makanan sudah dihidangkan, lho...??? seakan mengetahui keheranan kami, Bu Katini bilang bahwa konsumsi rapat telah disediakan oleh Bu Agus..aduh baiknya istri Ketua KSU ini yahhhh??? seakan ucapan terimakasih saja tidak cukup untuk membalas semua kebaikan dan perhatiannya dalam mendukung program ini.
OKe, setelah "ucapan terimakasih dan sambutan" disampaikan oleh Mas Fadhil, langsung menuju agenda utama, yaitu diskusi tentang rencana kegiatan, kendala, dan rencana usaha kelompok. Kami meminta masing-masing kelompok untuk menceritakan kendala implementasi ToT, kegiatan apa yang sudah dilaksanakan dan kegiatan apa yang akan direncanakan.
Kelompok Mawar dari Desa Kedung Banteng, Ketua Bu Katini
Kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan oleh kelompok ini adalah:
Sosialisasi hasil ToT: beberapa hari setelah ToT dilaksanakan, kader mengumpulkan anggota kelompok untuk menyampaikan hasil ToT dan membahas tentang kegiatan apa yang akan dilaksanakan oleh kelompok. Kelompok menyepakati beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan setelah musim tanam selesai.
Arisan & Tabungan Sukarela: rencana akan dilaksankan pada Bulan April, melibatkan seluruh anggota kelompok dengan jumlah uang sebanyak Rp.2000/orang. Arisan bertempat di rumah Bu Katini dan akan diselenggarakan 2 minggu sekali pada hari Minggu. Selain untuk arisan, pertemuan ini juga digunakan untuk mengumpulkan tabungan sukarela dari seluruh anggota. Tabungan yang terkumpul akan digunakan untuk dipinjamkan kepada anggota yang membutuhkan, total pinjaman per anggota maksimal Rp.100.000.
Pengajian/Yasinan: kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan oleh ibu-ibu selama 3 tahun terakhir. Seperti biasanya, pengajian dilaksanakan setiap 2 minggu sekali pada malam rabu, tempatnya bergilir di setiap rumah anggota.
Usaha Jahit dan Keripik: ada beberapa orang dalam kelompok yang memiliki mesin jahit, kelompok sepakat usaha ini dijadikan usaha bersama. Usaha ini akan dimulai setelah ada pelatihan peningkatan kualitas produksi. untuk permulaan, mereka akan menjahit beberapa produk sesuai denga pesanan pembeli. Hasil dari usaha tersebut akan disisihkan untuk kas kelompok. Selain jahit, kelompok juga berencana untuk membuat usaha keripik pisang, ini tidak membutuhkan pelatihan karena mereka sudah bisa memproduksi.
Kelompok Anggrek dari Desa Krebet, Ketua Bu Suparmi
Pengajian; pengajian yang dimaksud adalah membaca yasin bersama-sama, dilaksanakan 2 minggu sekali setiap malam jum'at.
Arisan dan Tabungan Sukarela: Arisan dan tabungan dilaksanakan 2 minggu sekali pada hari minggu. Jumlah uang arisan Rp. 2000/orang. Sedangkan jumlah tabungan sukarela disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anggota. Tabungan sukarela yang terkumpul juga akan dipinjamkan kepada anggota, setiap bulan akan digilir dengan jumlah pinjaman sesuai dengan jumlah tabungan (tidak ada batasan maksimal).
Kerupuk Uyel; kelompok memutuskan memilih usaha kerupuk uyel karena beberapa alasan: (i) kerupuk menjadi bagian dari makanan pokok keluarga, (ii) masyarakat di Kecamatan Pilangkenceng belum ada yang memproduksi kerupuk uyel sendiri, untuk membeli kerupuk mereka harus menunggu pedagang kerupuk yang datang kadang 3 hari sekali. Karena mereka belum pernah membuat kerupuk uyel, jadi kelompok berharap ada pelatihan tentang usaha ini.
Kelompok Melati Dari Desa Kedung Banteng, Ketua Ibu Suparti
Kelompok ini juga melaksanakan kegiatan rutin sama dengan kelompok lainnya, yaitu yasinan dan tabungan sukarela. Mereka tidak mengadakan arisan karena merasa arisan terlalu sering dilaksanakan di lingkungan sekitar mereka. Untuk rencana kegiatan usaha, kelompok Bu Suparti berencana untuk mengelola home industri tempe dan jamur merang. Selain berbiaya murah (sebagain besar bahan baku bisa diperoleh dengan gratis), ibu-ibu sudah bisa membuat tempe sendiri. Untuk home industri tempe ini mereka akan segera memulai begitu panen selesai, modalnya berasal dari swadaya anggota. Sedangkan untuk usaha merang, mereka menunggu pelatihan (belum ada yang bisa). Karena kedua usaha ini termasuk usaha kelompok, maka mereka akan berbagi tugas, sebagian kelompok mengelola usaha tempe dan sebagian lagi mengelola usaha merang. Tempat usaha ada di satu lokasi, yaitu di rumah Bu Suparmi (tempe) dan rumah Bu Kasiani (jamur merang). Dalam pengelolaannya, mereka akan melakukannya dengan sistem piket. mengenai pembagian keuntungannya??? bagi ibu-ibu tidak penting memikirkan pembagian keuntungan saat ini, yang penting usaha jalan dulu, kalau sudah berjalan dengan baik, baru hal itu dipikirkan.
Kelompok Kamboja dari Desa Kedung Banteng, dipimpin oleh Ibu Sutilah
Kegiatan kelompok ini sama seperti kelompok lainnya yaitu yasinan, arisan, dan tabungan sukarela. penggunaan tabungan sukarela akan digunakan untuk membantu anggota kelompok yang membutuhkan. Rencana usaha berupa usaha keripiik diantaranya singkong dan pisang. Karena sudah memiliki keahlian dalam produksi keripik, mereka menyatakan tidak membutuhkan pelatihan, jadi jika ada uang hibah dari Unilever akan digunakan untuk tambahan produksi. Sebagai awal, modal usaha berasal dari urunan anggota, jadi mereka akan memulai usaha ini setelah musim tanam selesai.

0 comments: