Tentang P3KH
19.47 | Author: Mukarramah
P3KH adalah singkatan dari Program Pemberdayaan Perempuan Petani Kedelai Hitam yang diselenggarakan oleh Yayasan Unilever Indonesia bekerjasama dengan LSM SPeKTRA. Program tersebut merupakan pendukung dari program Pemberdayaan Komunitas Petani Kedelai Hitam (bahan baku utama kecap Bango) yang dilaksanakan sejak Tahun 2001 oleh Yayasan Unilever Indonesia bersama dengan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Di Jawa Timur, Program Pemberdayaan Komunitas Petani telah dilaksanakan sejak Tahun 2007-2008 di Nganjuk, Madiun, Ngawi, dan Pacitan.

Sesuai dengan pemahaman CSR yang dianut oleh Yayasan Unilever Indonesia, yakni sebagai total bussiness impact, dimana CSR bukan hanya difahami sebagai kegiatan filantropi atau kedermawanan semata, tetapi juga memuat unsur pemberdayaan masyarakat. Maka, pemberdayaan petani kedelai hitam - yang selama ini lebih banyak melibatkan bapak-bapak petani- akan ditingkatkan kemanfaatannya dengan melaksanakan satu program yang secara spesifik menempatkan perempuan sebagai sasaran utama program. Kenapa? karena selama ini perempuan terkesan agak terabaikan oleh program pemberdayaan perempuan lainnya, padahal upaya pemberdayaan keluarga akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar seandainya ibu-ibunya juga diberdayakan. Bagaimanapun, perempuan memegang peranan yang sangat penting dalam keluarga, mereka adalah pengelola rumah tangga, istri, ibu, pekerja dalam satuan rumah tangga, bahkan bisa juga berperan sebagai pencari nafkah.

Oleh karena itu, Pada tahun 2009 Program Pemberdayaan Perempuan Petani Kedelai Hitam untuk pertamakali dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk dan Madiun dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan, menambah pengetahuan perempuan melalui pelatihan, studi banding dan pendampingan, serta meningkatkan kemampuan berusaha dalam mengelola sektor pertanian sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki oleh perempuan.

Program yang dilaksanakan sepanjang Bulan Januari sampai dengan Agustus ini melibatkan 7 kelompok perempuan petani dengan total anggota 160 perempuan. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 40 orang menjadi kader yang akan menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan dan menyebarkan kesadaran akan peran dan potensi perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga kepada perempuan lain dalam kelompok maupun diluar kelompok.
|
This entry was posted on 19.47 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

1 comments:

On 10 Maret 2009 pukul 22.30 , Mukarramah mengatakan...

perlu diperbaiki lebih lanju